Makna Keterbukaan dalam Berkomunikasi pada Perempuan Korban Kekerasan (R)

  • Muhammad Reza Nugraha Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Anne Maryani Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Pengalaman Komunikasi, Kekerasan, Teori Fenomenologi Alfred Schutz

Abstract

Abstract. Violence is a phenomenon that is rife in the community or social environment. Basically, this physical violence is a problem that continues to increase in every case, especially in female gender-based violence. This researcher aims to find out the motive for the meaning of openness in communicating to women who are victims of physical violence, patterns and forms of violent behavior experienced by women while involved with relationships. This researcher used a qualitative approach to phenomenology with Alfred Schutz's Phenomenological Theory. The results of the research were obtained through structured in-depth interviews to four imformant women who experienced the phenomenon. The results of the study show that women's motives do not speak up in cases of violence, namely because several factors are afraid of being threatened, feeling insecure to speak up and also the motive is because of excessive affection and imbalance of positions in relationships that make women helpless. On the other hand, the reason why women survive is because they feel that their partners are very good outside of the violence. Regarding the experience of communication in the form of violence experienced by informants is verbal and physical violence. Patterns of violence can occur due to various conflicts, such as women being felt to have violated the rules of their partner, feelings of jealousy, bad thoughts or bad prejudices and stubborn partners towards what they think is right to make the party emotional and make the violence happen.

Abstrak. Kekerasan merupakan suatu fenomena yang marak terjadi di lingkungan masyarakat atau lingkungan sosial. Pada dasarnya kekerasan fisik ini merupakan suatu masalah yang terus mendapatkan peningkatan disetiap kasusnya terutama pada kekerasan berbasis gender perempuan. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui motif makna keterbukaan dalam berkomunikasi pada perempuan korban kekerasan fisik, pola dan bentuk prilaku kekerasan yang dialami oleh perempuan selama terlibat dengan hubungan. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi denganĀ  Teori Fenomenologi Alfred Schutz. Hasil penelitian didapatkan melalui wawancara mendalam secara terstruktur kepada empat imforman perempuan yang mengalami fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukan bahwa motif perempuan tidak speak up dalam kasus kekerasan nya yaitu karna beberapa faktor contihnya takut diancam, merasa tidak aman untuk speak up dan juga motif sebab adalah karena adanya rasa sayang yang berlebihan dan ketidakseimbangan posisi dalam hubungan yang membuat perempuan tidak berdaya. Di sisi lain motif sebab mendasari perempuan bertahan adalah karena merasa pasangannya sangat baik di luar pristiwa kekerasan tersebut. Mengenai pengalaman komunikasi dalam bentuk kekerasan yang dialami oleh para informan adalah kekerasan secara verbal dan fisik. Pola kekerasan dapat terjadi karena adanya konflik yang bermacam-macam, seperti pihakĀ  perempuan dirasa melanggar aturan dari pasangan, perasaan cemburu, pikiran buruk atau berprasangka jelek dan pasangan keras kepala terhadap apa yang dianggapnya benar hingga membuat pihak pasngan emosi dan membuat kekerasan itu terjadi.

References

asaas putra, d. a. (2023). pengaruh komunikasi interpersonal terhadap kekerasan dalam pacaran siswa smk. jurnal penelitian komunikasi , 20 .

Arya. 2010. Kekerasan Dalam Pacaran. Artikel. http://belajarpsikologi.com. Diakses tanggal 10 Juli 2011.

aw, s. (2011). komunikasi interpersonal. yogyakarta : graha ilmu .

Bandung, O. D. (2022). Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Kota Bandung. Retrieved from Issuu.com: https://issuu.com/opendatabdg/docs/buku_profil_gender_dan_anak_kota_bandung_2022/s/17746357

Catherine Marshall, G. B. (2006). Designing Qualitative Research.

DeVito, J. A. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta: Profesional Books.

Dwi Narwoko, B. Y. (2004). Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Dwi, A. (2023, Agustus 7). Pengertian Komunikasi. Retrieved from Fisip UMSU: https://fisip.umsu.ac.id/komunikasi-adalah-pengertian-jenis-dan-tujuannya/

Garcia, D. A. (2020). The enforcement of restorative justice in Indonesia criminal law. Legality: Jurnal Ilmiah Hukum, 22-35.

Hadi. 2010. Pengertian Pacaran. Artikel. http://muda.kompasiana.com. Diakses tanggal 10 Juni 2011.

Hasbiansyah, O. (2005). Pendekatan Fenomenologi: Pengantar Praktik Penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Media Neliti, 166.

Heni Yuliandrasari, d. (2022). Berani Terbuka. Bandung: SPPKS UPI.

Ibraham, T. (2021). BOOK OF TOXIC RELATIONSHIP. Yogyakarta: Bright Publisher.

Kiky Reskianti Indra Pratama, L. T. (2021). MODEL KOMUNIKASI PENANGANAN KEKERASAN PEREMPUAN STUDI DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK. Jurnal Publica, 152-153.

Martha, A. E. (2003). Kekerasan dan hukum. Yogyakarta: UII Press.

Moleong, L. J. (2006). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosadakarya.

Musta'in. (2013). SISI LAIN PEREMPUAN DALAM SOROTAN MEDIA; TINJAUAN TEORI KELOMPOK BUNGKAM. JSGI, 72.

Pasalbessy, J. D. (2010). DAMPAK TINDAK KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK SERTA SOLUSINYA. Jurnal Sasi, 16.

Ridawati Sulaeman, N. M. (2022). Faktor Penyebab Kekerasan Pada Perempuan. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal.

Ridawati Sulaeman, N. M. (2022). Faktor Penyebab Kekerasan Pada Perempuan. AKSARA: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 14-18.

Sarah Nurtyasrini, H. H. (2016). Pengalaman Komunikasi Pemulung Tentang Pemeliharaan Kesehatan Diri dan Lingkungan Di TPA Bantar Gebang. Jurnal Kajian Komunikasi, 220.

Sari, R. P. (2014). Pembungkaman Kaum Perempuan dalam Film Indonesia (penerapan teori muted group dalam film "pertaruhan"). Jurnal Komunikasi, 119.

Setianingsih, F. (2017). Peran Komunikasi Ayah dalam Perkembangan Mental Anak: Studi atas Santri Putri Pondok Tahfidz Karanganyar. Academica: Journal of Multidisciplinary Studies, 169-184.

Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Suparlan. (2019). Teori Konstruktivisme Dalam Pembelajaran. Jurnal Keislaman dan Ilmu Pendidikan, 83.

Sutardji. (2016). Perencanaan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Deepublish.

Suyanto. (2019). Fenomenologi sebagai metode dalam penelitian pertunjukan teater musikal. Jurnal ISI Surakarta, 27.

Published
2025-02-03