Adaptasi Budaya Mahasiswa Perantau Dari Lingga di Kota Bandung

  • Sendy Boy Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Thia Muthia Umar Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Adaptasi budaya, Mahasiswa Perantau, Etnografi Komunikasi

Abstract

Abstract. Cultural adaptation is a complex and dynamic process that requires effort and time from migrant students. This study provides important contributions to understanding how migrant students from Lingga adapt to a new environment. The aim of this research is to understand the cultural adaptation carried out by migrant students from Lingga in Bandung. This adaptation process is crucial to study because the significant cultural and environmental differences between the home region and the place of study can affect academic success and students' psychological well-being. This research uses a qualitative approach with an ethnographic communication method. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. The informants in this study are students from Lingga who are currently pursuing education in Bandung. This study focuses on adaptation aspects including social interaction, barriers, and strategies for adjustment to the new culture. Ethnographic communication starts with identifying distinctive behaviors within a community and ends with explaining communication patterns within that community. The results of this study show how migrant students from Lingga adapt to the new culture in Bandung through communicative situations, communication events, and communicative acts. Two informants adjust their speaking style, such as tone and tempo, to align with local norms, while also using Indonesian as a communication bridge. They overcome the challenges of differences in speaking styles by explaining their cultural background and adapting to the way the people of Bandung speak. This adaptation creates harmonious social relationships and enriches their understanding of cultural diversity.
Keywords: Cultural adaptation, Imigrant Students, Communication Ethnography.
Abstrak. Adaptasi budaya merupakan proses yang kompleks dan dinamis, yang membutuhkan usaha serta waktu dari mahasiswa perantau. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami bagaimana mahasiswa perantau dari Lingga beradaptasi di lingkungan baru. penelitian ini bertujuan untuk memahami adaptasi budaya yang dilakukan oleh mahasiswa perantau asal Lingga di Kota Bandung. Proses adaptasi ini penting untuk dipelajari karena perbedaan budaya dan lingkungan yang signifikan antara daerah asal dan tempat studi dapat mempengaruhi keberhasilan akademik serta kesejahteraan psikologis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi komunikasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa asal Lingga yang sedang menempuh pendidikan Bandung. Penelitian ini berfokus pada aspek-aspek adaptasi yang meliputi interaksi sosial, Hambatan dan strategi penyesuaian terhadap budaya baru. Etnografi komunikasi dimulai dengan mengidentifikasi perilaku khas dalam suatu komunitas dan diakhiri dengan menjelaskan pola komunikasi dalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana mahasiswa perantau asal Lingga beradaptasi dengan budaya baru di Bandung melalui situasi komunikatif, peristiwa komunikasi, dan tindak komunikatif. Dua orang Informan menyesuaikan gaya bicara mereka, seperti nada suara dan tempo, agar sesuai dengan norma lokal, serta menggunakan bahasa Indonesia sebagai jembatan komunikasi. Mereka mengatasi tantangan perbedaan gaya bicara dengan menjelaskan latar belakang budaya mereka dan menyesuaikan diri dengan cara berbicara masyarakat Bandung. Adaptasi ini menciptakan hubungan sosial yang harmonis dan memperkaya pemahaman mereka tentang keragaman budaya.
Kata kunci: Adaptasi budaya, Mahasiswa Perantau, Etnografi Komunikasi.

References

Anugerah Salon Bidang, E. E. (2021). Proses adaptasi mahasiswa perantauan dalam menghadapi gegar budaya. eJournal Ilmu Komunikasi, 6(3), 212-225.

Brent, D. R. (2013). Komunikasi dan perilaku manusia. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Dodikriso E Manery, A. F. (2023). Hubungan culture shock dengan penyesuaian diri mahasiswa perantau semester pertama tahun 2020 dan 2021 di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Molucca Medica, 16(1). https://doi.org/10.30598/molmed.2023.v16.i1.39

Drajat Wicaksono, N. S. (2021). Stereotip tentang difabel: Sebuah perspektif. Jurnal Ilmu Komunikasi, 10(1), 33–43.

Edy Sumaryanto, M. I. (2023). Komunikasi antar budaya dalam bingkai teori-teori adaptasi. Nusantara Hasana Journal, 3(2), 42-51.

Elva Ronaning, R. (2019). Komunikasi interpersonal. Malang: CV IRDH.

Fitria Ayuningtyas, A. V. (2020). Pola komunikasi insan berkebutuhan khusus: Studi etnografi komunikasi pada interaksi sosial insan berkebutuhan khusus di Rumah Autis Cabang Depok. Jurnal Ilmu Komunikasi, 3(2).

Karn Bell, S. S. (2022). Studi tentang perubahan adaptasi dan interaksi sosial mahasiswa (Studi pada mahasiswa perantau di Jakarta yang terdampak pandemi Covid-19). Kiwari, 1(1), 200-208.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Statistik. Jakarta: PDDikti Kemendikbud.

Kuswarno, E. (2008). Etnografi komunikasi. Bandung: Widya Padjadjaran.

Published
2025-02-03