Strategi Manajemen Komunikasi Ardan Radio dalam Mempertahankan Loyalitas Pendengar di Era New Media

  • Auliya Futri Sulistiane Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Sophia Novita
Keywords: Strategi Manajemen, Loyalitas Pedengar, Ardan Radio

Abstract

Abstract. The development of contemporary communication media has enabled people to communicate all over the world. Broadcasting, which includes radio and television, is one of the most effective types of mass media. Radio is one of the mass media that has long been present in Indonesia. Radio has advantages in terms of speed, affordability, and personalization. This is also done by Ardan Radio through its various programs, which are part of the heyday of radio in Indonesia. Ardan Radio has grown to become one of the most popular radio stations in Bandung as it is very popular among teenagers and youth. Ardan Radio continues to develop interesting and informative programs for its listeners. Radio in Bandung is not only a medium to get information and entertainment, but also a means to build communities and increase brand awareness like Ardan Radio as an example. The purpose of this research is to explore Ardan Radio's communication management strategy in maintaining listener loyalty in the new media era. This research uses a qualitative approach. The sample in this study used. The data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The results of this research show that Ardan Radio has 24 programs with 24 different concepts, which is one of the things that distinguish Ardan Radio from other youth radio. Ardan Radio has various interesting and informative digital contents for its listeners. These digital contents can be accessed through Ardan Radio's website, apps, and social media. Ardan Radio chooses young people as its target audience because young people are more dynamic with Ardan Radio, there are still many things that will be explored through young people and there are still many things that will be explored more deeply by the Ardan Radio team such as Ardan's creativity that suits young people.

Abstrak. Pengembangan media komunikasi kontemporer telah memungkinkan orang berkomunikasi di seluruh dunia. Penyiaran, yang mencakup radio dan televisi, adalah salah satu jenis media massa yang paling efektif. Radio merupakan salah satu media massa yang telah lama hadir di Indonesia. Radio memiliki kelebihan dalam hal kecepatan, keterjangkauan, dan personalisasi. Hal ini juga dilakukan oleh Ardan Radio melalui berbagai programnya, yang merupakan bagian dari masa kejayaan radio di Indonesia. Radio Ardan telah berkembang menjadi salah satu stasiun radio terkenal di Bandung karena sangat populer di kalangan remaja dan pemuda. Ardan Radio terus mengembangkan program acara yang menarik dan informatif untuk pendengarnya. Radio di Bandung tidak hanya menjadikan media untuk mendapatkan informasi dan hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunitas dan meningkatkan brand awareness seperti Ardan Radio sebagai contohnya. Tujuan penelitian ini untuk strategi manajemen

komunikasi Ardan Radio dalam mempertahankan loyalitas pendengar di era new media. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Ardan Radio mempunyai 24 program dengan 24 konsep yang berbeda, itu merupakan salah satu hal yang membedakan Ardan Radio dengan radio anak muda lainnya. Ardan Radio memiliki berbagai konten digital yang menarik dan informatif untuk para pendengarnya. Konten digital ini dapat diakses melalui website, aplikasi, dan media sosial Ardan Radio. Ardan Radio memilih anak muda sebagai target pendengarnya yaitu karena anak muda lebih dinamis dengan Ardan Radio, masih banyak hal yang akan di explore melalui anak muda dan masih banyak hal yang akan tim Ardan Radio galih lebih dalam seperti kreatifitas Ardan yang cocok dengan anak muda.

References

[1] Boyd,​D.​A.​(1983).​Broadcasting​between​the two​Germanies. Journalism Quarterly, 60(2), 232-239.
[2] Fitrah, M. 2018. Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus. Sukabumi: CV Jejak (Jejak Publisher).
[3] Masduki,​M.​(2004).​Perkembangan​dan​Problematika Radio Komunitas​di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(2), 102681.
[4] Moleong, L. J. 2016. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda.
[5] Morrisan, A.M. 2008. Menejemen Media Penyiaran. Jakarta: Prenada Media. Group. Asy'arie.
Published
2024-08-16