The Pengalaman Konstruksi Nilai Islam bagi Transpuan di Pesantren Al-Fatah

  • Sandra Lidia Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Tri Nur Aini Noviar Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Ilmu Agama, Transpuan, Konstruksi Nilai Islam

Abstract

Abstract.  The context or situation of stigma and discrimination against the trans woman community in Indonesia still often occurs. Many trans women are victims of discrimination by society. There is a societal stigma that says that transwomen are deviant behavior and result in many acts of discrimination. At the Transpuan Al-Fatah Islamic Boarding School, transwomen seek religious knowledge, so they feel comfortable and their existence is acknowledged. This is the aim of my research, namely to find out the Islamic values ​​that they construct in the Al-Fatah Transpuan Islamic Boarding School. This research uses a constructivist paradigm with qualitative research methods and a phenomenological approach. The subjects in this study were determined purposively for trans women. The criteria for selected transgender congregations were that they were aged >30 years, had been enrolled in an Islamic boarding school for >4 years. This research resulted in the conclusion that the experience of constructing Islamic values ​​at the Al-Fatah Transpuan Islamic Boarding School in seeking religious knowledge was a process of discipline in worship. Therefore, construction or value in deepening religion is very important. Transwomen congregation can construct their Islamic values ​​in a high sense of nationalism to have the same rights to worship in Indonesia, thus creating discipline in worship to form a better personality by creating a sense of comfort in the prayer space.

Abstrak. Konteks atau situasi adanya stigma dan diskriminasi terhadap komunitas transpuan di Indonesia masih kerap terjadi. Banyaknya transpuan menjadi korban Diskriminasi oleh masyarakat. Adanya stigma masyarakat mengatakan bahwasanya transpuan adalah perilaku yang menyimpang dan mengakibatkan banyak sekali Tindakan diskriminasi. Pada Pesantren Tranpuan Al-Fatah ini, para jamaah transpuan mencari ilmu agama, dengan itu mereka merasa nyaman dan di akui keberadaannya. Hal inilah yang menjadi tujuan penelitian saya, yaitu untuk mengetahui Nilai islam yang mereka kontruksikan di dalam Pesantren Transpuan Al-fatah. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme dengan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Subjek pada penelitian ini ditentukan secara purposive bagi jamaah transpuan. Adapun kriteria jamaah transpuan yang dipilih adalah sudah berusia >30 tahun, sudah tergabung di pesantren selama >4 tahun. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Pengalaman Kontruksi Nilai Islam di Pesantren Transpuan Al-Fatah dalam mencari ilmu agama adanya proses kedisiplinan dalam beribadah. Maka dari itu konstruksi atau nilai dalam memperdalam agama sangatlah penting. Jamaah transpuan dapat mengkontruksikan nilai islamnya dalam rasa nasionalisme yang tinggi untuk memiliki hak yang sama dalam beribadah di negara Indonesia, sehingga menciptakan kedisplinan dalam beribadah untuk membentuk kepribadian yang lebih baik lagi dengan terciptanya rasa kenyamanan dalam ruang beribadah. 

References

Desi, D., Sanubari, T. P. E., & Wijayanti, P. (2022). Gambaran Kesejahteraan Subjektif dan Kepuasan Pangan Transpuan Lansia di Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Jiwa, 10(1). https://doi.org/10.26714/jkj.10.1.2022.69-80
[2] Hasbiyulloh, I., & Rahim, A. (2021). Peranan Negara Mengantisipasi Transgender Dalam Perspektif Hukum Islam. Mizan: Journal of Islamic Law, 5(2), 291- 302.
[3] Hafidhuddin, H., & Syahputra, M. C. (2021). Perkembangan Pondok Pesantren Al- Fatah Dalam Bingkai 2007-2015. Jurnal Islam Nusantara, 5(1), 52-67.
[4] Mariyati, L. I., Psikolog, L. I. M., Rezania, V., & Rezania, V. (2021). Psikologi Perkembangan Manusia I.
[5] Meirizal, A., & Wirman, W. (2014). Konsep Diri dan Perilaku Komunikasi Waria di Pekanbaru. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 1(1), 11.
[6] Mulasih Tary & Yazid At Tafsir (2022) Buku “Berani Berubah Untuk Hidup Yang Lebih Baik”
Published
2024-08-15