Makna Interaksi Parasosial Penggemar K-Pop dalam Berkomunikasi di Microblog

  • Mirsya Hanifa Suryadi Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Firmansyah Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Idola, Interaksi Parasosial, Penggemar

Abstract

Abstract. Indonesia has become one of the countries with the most fans of Korean music and culture in the world, especially K-pop fans. In this case, fans have a very important role in the spread of Korean culture, especially k-pop. This study aims to determine the meaning of parasocial interactions carried out by fans with K-pop idols on microblogs. Parasocial interaction is a form of interaction in which a person interacts with their idol as if the idol is a real figure they support. This research uses qualitative research methods and phenomenological approaches using Alfred Schutz's phenomenological theory, and the data collection techniques used are literature review and in-depth interviews with semi-structured techniques, as well as data verification techniques through triangulation analysis. This research focuses on knowing the meaning of Stray Kids fan interactions on Twitter or X. The results showed that parasocial interactions provide deep meanings for fans, including as encouragement, support systems, friends, and significant others, giving the illusion of dating, being a benchmark, handle, and reason to survive, life goals, new life, "home", and a place to lean on.

Abstrak. Indonesia telah menjadi satu di antara banyak negara yang memiliki penggemar musik dan budaya Korea terbanyak di dunia, terutama penggemar K-pop. Dalam hal ini, penggemar memiliki peran yang sangat penting dalam persebaran budaya korea khususnya k-pop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna interaksi parasosial yang dilakukan penggemar dengan idola K-pop di microblog. Interaksi parasosial merupakan bentuk interaksi di mana seseorang berinteraksi dengan idola mereka seolah-olah idola tersebut merupakan sosok nyata yang mereka dukung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan teori fenomenologi Alfred Schutz, serta teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kajian pustaka dan wawancara mendalam dengan teknik semi-terstruktur, juga dengan teknik verifikasi data melalui analisis triangulasi. Penelitian ini fokus untuk mengetahui makna pada interaksi penggemar Stray Kids di Twitter atau X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi parasosial memberikan makna yang mendalam bagi penggemar, termasuk sebagai pembangkit semangat, sistem dukungan, teman, dan orang terdekat, memberikan ilusi berpacaran, menjadi patokan, pegangan, dan alasan untuk bertahan, tujuan hidup, kehidupan baru, "rumah", dan tempat untuk bersandar.

References

Afrisia, R. S. (2019). Penggemar Hallyu di Dunia Hampir Tembus 90 Juta Orang. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20190110173339-241-359969/penggemar-hallyu-di-dunia-hampir-tembus-90-juta-orang
Dr. Umar Sidiq, M.Ag Dr. Moh. Miftachul Choiri, M. (2019). Metode Penelitian Kualitatif di Bidang Pendidikan. In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9). http://repository.iainponorogo.ac.id/484/1/METODE PENELITIAN KUALITATIF DI BIDANG PENDIDIKAN.pdf
Krismana, M. G., Rahman, P. R. U., & Dimala, C. P. (2023). Cognitive flexibility as Mediator the Effect of Loneliness on Celebrity worship in Early adult Korean Wave Fans in Indonesia. Psikostudia : Jurnal Psikologi, 12(4), 538. https://doi.org/10.30872/psikostudia.v12i4.12342
Published
2024-08-14