Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Indonesia pada Program Summer Course di Thailand
Abstract
Abstract. This research is motivated by the activities of the Summer Course program of Indonesian students in Thailand. As social beings, we must know the importance of intercultural communication that must be done to create harmony and togetherness. Differences in culture, language and culture become a problem faced when entering a new environment. Intercultural communication is communication that occurs between people who have different cultural backgrounds. This research will focus on Indonesian students who carry out IC-RMUTK Summer Course program activities. This research uses qualitative research methods with a phenomenological study approach that uses interview techniques, observation, and documentation. Data analysis techniques, data reduction, data presentation, conclusion drawing. The result of this research is the meaning of Indonesian students in intercultural communication in Summer Course activities in Thailand has the motive of learning experience abroad, and getting the conversion value of the course. Then, the experience and adaptation gained communicating with Thai students using foreign languages in the context of Thai culture.
Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi dari kegiatan program Summer Course mahasiswa Indonesia di Thailand. Sebagai makhluk sosial, kita harus mengetahui pentingnya komunikasi antar budaya yang harus dilakukan untuk menciptakan keselarasan dan kebersamaan. Perbedan kultur, bahasa dan budaya menjadi sebuah permasalahan yang dihadapi jika masuk ke lingkungan yang baru. komunikasi antarbudaya adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda satu sama lain. Penelitian ini akan difokuskan kepada mahasiswa Indonesia yang melaksanakan kegiatan program Summer Course IC-RMUTK. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi yang menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data, Reduksi Data, Penyajian Data, Penarikan Kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah pemaknaan mahasiswa Indonesia dalam komunikasi antarbudaya pada kegiatan Summer Course di Thailand memiliki motif pengalaman belajar di luar negeri,dan mendapatkan nilai konversi mata kuliah. Kemudian, pengalaman dan adaptasi yang diperoleh berkomunikasi dengan mahasiswa Thailand menggunakan bahasa asing dalam konteks kebudayaan Thailand.
References
[2] Gudykunst, W. B. (Ed.). (2005). Theorizing about intercultural communication. Sage
[3]Bertens, K. (1987). Fenomenologi eksistensial. Jakarta: Gramedia.
[4]Bogdan, R., & Biklen, S. K. (2017). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods (6th ed.). Pearson.
[5]Creswell, J. W. (2007). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among five approaches (2nd Edition ed.). California: Sage Publications, Inc.
[6]Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
[7]Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Cet. XIV (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), h. 68-69.
[8] Gudykunst, William B. & Young Yun Kim. 1997. Communicating with Strangers an Approach to Intercultural Communication Third Edition. New York: McGrawHill
[9]Hasbiansyah, O. J. M. J. K. (2008). Pendekatan fenomenologi: Pengantar praktik penelitian dalam Ilmu Sosial dan Komunikasi. Mediator: Jurnal Komunikasi, 9(1), 163-180.
[10]Karlina, N., Afandi, A., Mubin, I., & Saddam, S. (2021, September). Pola Komunikasi Antarbudaya Masyarakat Transmigrasi Dengan Masyrakat Lokal. In Seminar Nasional Paedagoria (Vol. 1, pp. 155-169).
[11]Kim, Young Yun. (2001). Becoming Intercultural: An Integrative Communication Theory and Cross-Cultural Adaptation. USA: Sage Publication.
[12]Kuswarno, Engkus. (2009). Metedologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi; Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitian, Bandung: Widya Padjajaran
[13]Liliweri, A. (2003). Makna budaya dalam komunikasi antarbudaya. Lkis pelangi aksara.
[14]Littlejohn, S. W. (2002). Theories of Human Communication, Seven Edition. New Mexico.
[15]Mas’udah, D. (2014). Mindfulness dalam komunikasi antarbudaya (studi deskriptif pada peserta Indonesia–Poland Cross-Cultural Program). Profetik: Jurnal Komunikasi, 7(2).
[16] Sardiman. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Grafinda Persada
[17] Spitzberg, B.H. (2009). A Model of intercultural communication. In Samovar, L.A., Porter, R.E., & McDaniel E.R. (2009). Intercultural Communication: A Reader. Boston, M.A.: Wadsworth CENGAGE Learning (12th Ed.).
[18] Tamburian, H. D. (2018). Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Dayak Dalam Menjaga Kerukunan Hidup Umat Beragama. Jurnal Komunikasi, 10(1), 77-86.
[19]Wijanarko, E., & Syafiq, M. (2013). Studi fenomenologi pengalaman penyesuaian diri mahasiswa Papua di Surabaya. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 3(2), 79-92.
[20]Wijaya, M. Y., & Anwar, K. (2020). Pola Komunikasi Antarbudaya Santri Pondok Pesantren Sunan Kalijogo Jabung Malang. Al-Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 1(2), 99-115.
[21]Wulandari, R., & Luthfi, M. (2022). Pola komunikasi antarbudaya dalam menjalin keharmonisan hidup bermasyarakat suku Jawa di lingkungan ix Kelurahan Mabar Hilir. Network Media, 5(1), 39-55.
[22]Yanti, Novi. 2019. “Pola Komunikasi Antarbudaya (Studi Mahasiswa Malaysia di UIN Raden Fatah Palembang)”. Skripsi. Palembang: Program Sarjana UIN Raden Fatah Palembang.
[23]Zulfahmi. (2017). Pola komunikasi dalam upaya pelestarian Reog Ponorogo pada orang Jawa di Desa Percut Sei Tuan. jurnal interaksi, 1, 220– 241