Komunikasi antar Budaya dalam Kegiatan Sekolah Perempuan Desa
Abstract
Abstract. Communication is a crucial human need. Communication is not only carried out by individuals, but also by individuals in groups. Communication is not as simple as it seems. Communication is a process of conveying a message in which there are many elements and factors that determine the result. Especially in the educational process, which of course requires a process that is not short. Communication barriers are very likely to occur in the education carried out in the women's school program by the 2023 Ormawa PPK Team in Pakuhaji Village, where the community has a different background from the implementation team. Therefore, it is necessary to adapt communication in the program, because an effective message is a message that is interpreted equally between the communicator and the communicator. The purpose of this study is to find out the adaptation of communication in the girls' school program carried out in Pakuhaji Village. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. The researcher determined the 2023 Ormawa PPK Team as the key informant. The results of this study conclude that communication adaptation due to background differences in the form of a non-formal approach carried out by the 2023 Ormawa PPK Team towards the mothers of the Pakuhaji village study group is able to foster familiarity between the 2023 Ormawa PPK Team and the mothers of the Pakuhaji village study group which affects the way of communication and the effectiveness of the learning process, so that botram activities and other non-formal approaches become communication adaptation strategies in Athena Suitcase girls' school program.
Abstrak. Komunikasi merupakan suatu kebutuhan manusia yang krusial. Komunikasi tidak hanya dilakukan oleh antar individu, melainkan juga dilakukan oleh individu dalam kelompok. Komunikasi tidak sesederhana yang dibayangkan. Kenyatanya komunikasi merupakan sebuah proses penyampaian pesan yang di dalamnya terdapat banyak unsur dan faktor yang menentukan hasilnya. Apalagi dalam proses edukasi yang tentunya membutuhkan proses yang tidak singkat. Hambatan komunikasi sangat mungkin terjadi pada edukasi yang dilakukan dalam program sekolah perempuan oleh Tim PPK Ormawa 2023 di Desa Pakuhaji, dimana masyarakatnya memiliki latar belakang berbeda dengan tim pelaksana. Oleh karena itu diperlukan adaptasi komunikasi dalam program tersebut, karena sejatinya pesan yang efektif adalah pesan yang dimaknai sama antara komunikator dengan komunikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adaptasi komunikasi dalam program sekolah perempuan yang dilakukan di Desa Pakuhaji. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menetapkan Tim PPK Ormawa 2023 sebagai key informan. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa adaptasi komunikasi karena perbedaan latar belakang berupa pendekatan non formal yang dilakukan Tim PPK Ormawa 2023 terhadap ibu-ibu rombongan belajar desa Pakuhaji mampu menumbuhkan keakraban antara Tim PPK Ormawa 2023 dengan ibu-ibu rombongan belajar desa Pakuhaji yang dimana berpengaruh terhadap cara komunikasi dan efektifitas proses pembelajaran, sehingga kegiatan botram dan pendekatan non formal lainnya menjadi strategi adaptasi komunikasi dalam program sekolah perempuan Koper Athena.
References
[2] Effendy, O. U. (2003). Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.
[3] Rikastana, O. P., Rahardjo, T., Rahmiaji, L. R., & Nugroho, A. (2015). Pengalaman Akomodasi Komunikasi (Kasus: Interaksi Etnis Jawa dengan Etnis Batak). Interaksi Online, 4(1).