Komunikasi Interpersonal antara Pembimbing dengan Anak Asuh dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam

  • Renald Ramadhani Prasetya Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Maman Chatamallah Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: komunikasi, nilai-nilai Islam, anak asuh

Abstract

Abstract. Communication is one of the important things in instilling Islamic values in foster children in orphanages. Effective communication can help mentors to convey Islamic messages well and easily understood by foster children. This research aims to find out how supervisors communicate in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan. This research uses a qualitative method with a descriptive approach. Research data was obtained through in-depth interviews with mentors and foster children, as well as observations in orphanages. The results of the research show that supervisor communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan was carried out directly and indirectly. Direct communication is carried out through religious activities, such as Islamic studies, recitation of the Koran, and congregational prayers. Indirect communication is carried out through example, habituation and supervision. The supervisor's communication in instilling Islamic values in foster children at the Tunas Harapan Orphanage/LKSA Tunas Harapan has been going well. However, there are still several things that need to be improved, such as: supervisors need to better understand the characteristics of foster children so that communication can be more effective, mentors need to be more creative in conveying Islamic messages so that foster children are more interested in following them.

Abstrak. Komunikasi merupakan salah satu hal yang penting dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di panti asuhan. Komunikasi yang efektif dapat membantu pembimbing untuk menyampaikan pesan-pesan Islam dengan baik dan mudah dipahami oleh anak asuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pembimbing dan anak asuh, serta observasi di panti asuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Komunikasi langsung dilakukan melalui kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti kajian Islam, tadarus Al-Qur'an, dan sholat berjamaah. Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui pemberian keteladanan, pembiasaan, dan pengawasan. Komunikasi pembimbing dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak asuh di Panti Asuhan Tunas Harapan/LKSA Tunas Harapan sudah berjalan dengan baik. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu ditingkatkan, seperti: pembimbing perlu lebih memahami karakteristik anak asuh agar komunikasi yang dilakukan dapat lebih efektif, pembimbing perlu lebih kreatif dalam menyampaikan pesan- pesan Islam agar anak asuh lebih tertarik untuk mengikutinya.

References

[1]Chusnan Yusuf, dkk. 2014. 6 Dimensi Kuliah Kemuhammadiyahan, Jakarta: Univ. Muhammadiyah Jakarta.
[2]Cangara, Hafied. (2012). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta : Rajagrafindo
[3]Cangara, Hafied. 2015. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Kedua. PT. Raj Grafindo Persada. Jakarta
[4]Effendy,Ucjana Onong. 2005. Ilmu Komunikasi Teori san Praktek, Bandung : PT. Remaja Rosdakarya
[5]Mardawani. 2020. Praktisi Penelitian Kualitatif Teori Dasar dan Analisis Data dalam Perspektif Kualitatif. Penerbit Deepublish. Yogyakarta.
[6]Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.
[7]Departemen Sosial RI. 2004. Acuan Umum Pelayanan Sosial Anak di Panti Asuhan Sosial Anak. Jakarta: Departemen Sosial RI.
[8]DeVito,J. A. (2014). Interpersonal Message. United States of America: Pearson.
[9]Chusnan Yusuf, dkk. 2014. 6 Dimensi Kuliah Kemuhammadiyahan, Jakarta: Univ. Muhammadiyah Jakarta
[10]Hermawan, Asep. 2019. Komunikasi Antarpribadi Pelatih Dengan Tim Sepak Bola Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keagamaan (Studi Kasus TIMNAS Indonesia U-19). Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Ilmu Dakwah Dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta
[11]Suviana S, Susi & Akhid Ilyas A, 2021. Nilai-Nilai pendidikan Tauhid Perspektif Syekh Ahmad Al-Marzuki dalam kitab Aqidatul Awwam, Jurnal islam Nusantara, Vol.05 No.1
Published
2024-08-14