Strategi Bauran Komunikasi Pemasaran Word of Mouth Clothing Brand James Boogie

  • Muhamad Nazmi Ramadhan Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
  • Mochammad Rochim Prodi Manajemen Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Mode, Bauran Komunikasi Pemasaran, Mulut ke Mulut

Abstract

Abstract. The fashion industry rapidly adapts to current trends, creativity, and lifestyle changes. James Boogie is a clothing brand from Bandung that continues to grow alongside the evolving fashion industry. After seven years of establishment, James Boogie frequently maneuvers its marketing strategies. This research aims to (1) identify the marketing mix used by James Boogie in Bandung, (2) understand the Word of Mouth strategies implemented by James Boogie in Bandung, and (3) examine how the community is part of James Boogie's Word of Mouth strategy. In these Word of Mouth activities, James Boogie involves other parties as information dissemination mediums, including through community engagement. There are five key elements to consider in optimizing Word of Mouth to benefit the company, namely talkers, topic, tools, taking part, and tracking. James Boogie has implemented a marketing communication mix to achieve their communication objectives. The marketing communication mix model used includes advertising, public relations, interactive marketing, and Word of Mouth. Through the Vespa and football communities, which have experience in collaboration, sponsorship, and event support, James Boogie can easily monitor the word of mouth generated by these communities to anticipate and mitigate any negative word of mouth.

Abstrak. Produk industri mode sangat cepat mengikuti perkembangan zaman yang ada terkait dengan tren yang sedang berlaku, kreativitas dan gaya hidup. James Boogie adalah salah satu clothing brand yang berasal dari kota Bandung dan masih berkembang seiring dengan perkembangan industri mode. Setelah 7 tahun berdiri James Boogie sering melakukan manuver dalam dalam menjalankan strategi pemasarannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh James Boogie di Kota Bandung (2) mengetahui mulut ke mulut yang dilakukan brand James Boogie di Kota Bandung (3) mengetahui komunitas menjadi bagian dari mulut ke mulut James Boogie. Pada kegiatan mulut ke mulut tersebut james Boogie turut melibatkan pihak lain sebagai media penyebar informasi, salah satunya adalah melalui komunitas. terdapat 5T yang harus di perhatikan dalam mengupayakan mulut ke mulut agar dapat menguntungkan perusahaan yaitu (talkers, topic, tools, taking part,tracking). James Boogie telah menerapkan bauran komunikasi pemasaran yang mereka gunakan untuk mencapai tujuan komunikasi pemasaran. Model bauran komunikasi pemasaran yang digunakan adalah iklan, hubungan masyrakat, pemasaran interaktif, dan mulut ke mulut. Melalui komunitas vespa dan sepak bola yang telah memiliki pengalaman kerjasama dalam hal kolaborasi, sponsorship maupun dukungan pada event, James Boogie dapat dengan mudah memantau mulut ke mulut yang dilakukan oleh komunitas guna mengantisipasi terjadinya mulut ke mulut yang negatif.

References

[1] Budi Tri Wibowo, Strategi Word of Mouth Telur Asin (studi diskriptif kualitatif word of mouth penjualan telur asin “NANA” di Tawangsari, sukahrjo) Skripsi: UMS Solo, 2013, h.13-17
[2] Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
[3] Conny R. Semiawan. 2009. Kreativitas dan Keberbakatan Jakarta : PT. Indeks.
[4] Creswell W. John. 2013. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
[5] Creswell, John W. 2016. RESEARCH DESIGN Pendekatan Metode Kualitatif,
Kuantitatif, dan Campuran. Yogyakarta: Pustaka Belajar
[6] Danang Sunyoto. 2012. Dasar-dasar manajemen pemasaran. Cetakan Pertama. Yogyakarta : CAPS.
Published
2024-08-13