Hambatan Kolaborasi @Iqomic pada Media Sosial Instagram Berbasis Komik Digital
Abstract
Abstract. Social media is a place for users to search for information. Social media has had quite an impact on various fields, including as a medium for da'wah. Instagram is a platform that has a wide and large reach. As is done by the Iqomic Instagram account, where they use Instagram as a digital comic-based propaganda medium. The aim of this research is to find out what factors are obstacles to collaboration for the Iqomic Instagram account. In this research, the methodology used is qualitative research with a case study approach. Data collection techniques use observation, interviews and documentation methods. The research results show that Iqomic has succeeded in increasing audience engagement through a collaboration strategy with amateur and professional comic artists. Barriers with amateur comic artists include a lack of capability in managing publication schedules, which is overcome by creating a production timeline. The obstacles with professional comic artists involve production budgeting as well as different regulations and policies, which are overcome by consistency in production plans and work evaluation.
Abstrak. Media sosial menjadi tempat bagi penggunanya dalam mencari informasi. Media sosial memberikan dampak yang cukup bagi berbagai bidang, diantaranya sebagai media untuk melakukan dakwah. Instagram merupakan platform yang jangkauannya luas dan besar. Sebagaimana yang dilakukan oleh akun instagram Iqomic dimana mereka menggunakan instagram sebagai salah satu media dakwah berbasis komik digital. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor apa saja yang menjadi hambatan kolaborasi bagi akun Instagram Iqomic. Dalam penelitian ini metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Iqomic berhasil meningkatkan engagement audiens melalui strategi kolaborasi dengan komikus amatir dan professional. Hambatan dengan komikus amatir meliputi kurangnya kapabilitas dalam mengelola jadwal publikasi, yang diatasi dengan pembuatan timeline produksi. Adapun hambatan dengan komikus professional melibatkan budgeting produksi serta peraturan dan kebijakan yang berbeda, diatasi dengan konsistensi pada rencana produksi dan evaluasi kerja.
References
[2] Atmoko Dwi, B. (2012). Instagram Handbook Tips Fotografi Ponsel. Jakarta: Media Kita.
[3] Denis McQuail. 2011. Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Erlangga.
[4] DeVito, Joseph A. (2011). Komunikasi Antarmanusia (alih bahasa: Ir. AgusMaulana M.S.M.). Tangerang: Karisma Publishing Group.
[5] Fitrah, M. (2018). Metodologi Penelitian: Penelitian Kualitatif, Tindakan Kelas & Studi Kasus. Sukabumi: CV Jejak (Jejak Publisher).
[6] Lister, Martin et al., (ed), (2009) New Media : A Critical Introduction, Second Edition,
New York : Routledge
[7] Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2016, 2017.
[8] O’Flynn, J., & Wanna, J. (2008). Collaborative Governance : A new era of public policy in Australia? In Collaborative Governance : A new era of public policy in Australia? https://doi.org/10.26530/oapen_458884
[9] Putra, I. A., & Yulianti, Y. (2019). Penggunaan Instagram Sebagai Media Pormosi Vaksin Difteri PT Bio Farma (Persero). Prosiding Manajemen Komunikasi, 286-292.
[10] Putri, D. M., & Yulianti, Y. (2020.). Penerapan Karakteristik Konten Instagram@ netflixid pada Followers. Prosiding Manajemen Komunikasi, 6(2), 271-276.
[11] Thomson, A. M., & Perry, J. L. (2006). Collaboration processes: Inside the black box. In Public Administration Review (Vol. 66, Issue SUPPL. 1, pp. 20–32). https:// doi.org/10.1111/j.1540-6210.2006.00663.x
[12] Yin, R. K. (2014). Studi Kasus Desain dan Metode, Edisi Revisi. Jakarta: Rajawali Pers.