Persepsi Pelajar terhadap Orang Tua terkait Hoax

  • Muhammad Fauzan Zikrillah Ilmu Komunikasi
  • Ratri Rizki Kusumalestari Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Bandung
Keywords: Persepsi, Literasi Digital, Hoax

Abstract

Abstract. Nowadays, the internet has become a solution for people to get the information they need quickly. This need for fast information has also changed the way people receive, consume, and disseminate information. However, behind the development of this rapid dissemination of information also emerged a very serious new problem, namely hoaxes. Hoax or fake news is something that is deliberately created to spread false or fraudulent news with the intention of creating confusion and wrong opinions. In West Java in particular, the main focus is the rampant cases of hoaxes. This study aims to find out how the perceptions of students in the area around Greater Bandung related to their parents in the context of digital literacy in handling fake news or hoaxes. This research uses quantitative research methods with a descriptive approach. The results of this study are expected to provide an overview of the level of digital literacy of parents, approaches taken in overcoming the rise of hoax news, and students' perceptions of their parents.

Abstrak. Dewasa ini internet menjadi solusi bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat. Kebutuhan akan informasi yang cepat ini juga mengubah bagaimana cara pandang manusia menerima, mengonsumsi, serta menyebarkan informasi. Namun, di balik berkembangnya penyebaran informasi yang cepat ini juga muncul masalah baru yang sangat serius yaitu hoax. Hoax atau informasi palsu adalah hal yang sengaja dibuat untuk menyebarkan informasi bohong atau penipuan dengan maksud membuat kebingungan dan opini yang salah. Di Jawa barat khususnya menjadi fokus utama bahwa marak sekali kasus penyebaran hoax. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi dari pelajar di wilayah sekitar Bandung Raya terkait orang tuanya dalam konteks literasi digital dalam penanganan informasi palsu atau hoax. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang tingkat literasi digital orang tua, pendekatan yang diambil dalam mengatasi maraknya informasi hoax, dan persepsi pelajar terhadap orang tua mereka.

References

[1] Kurnia, A. d. (2022). Persepsi Masyarakat Pada Berita Hoaks Media Online Tentang Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Labuhanbatu. At-Tazakki, 82.
[2] Stillman, D. (2018). Generasi Z; Memahami Karakter Generasi Baru Yang Akan Mengubah Dunia Kerja. jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
[3] Coupland, D. (1991). Generation X: Tales for an Accelerated Culture. canada: st.martin's press.
[4] Rabbani, A. (2021). Pengertian Generasi X, Ciri, Peninggalan, Kelebihan, dan Kekurangannya. Hämtat från Sosial79: https://www.sosial79.com/2021/08/pengertian-generasi-x-ciri-peninggalan.html
[5] Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian: Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Published
2024-08-11