Determinasi Faktor Pengungkapan Aset Biologis Perusahaan Agrikultur Sektor Perkebunan

Authors

  • Era Fasira Tangirerung Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia.
  • Camelia Verahastuti Prodi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.29313/bcsa.v6i2.26008

Keywords:

Intensitas Aset Biologis, Ukuran Perusahaan, Konsentrasi Kepemilikan, Pengungkapan Aset Biologis

Abstract

Abstract. This study examines the influence of Biological Asset Intensity (BAI), Firm Size, and Ownership Concentration on the disclosure of biological assets in plantation sub-sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2021–2025. PSAK 241 requires adequate disclosure of biological assets due to their unique nature, namely continuous biological transformation that affects the company’s economic value. However, disclosure practices vary across companies, which are suspected to be influenced by internal firm factors. The research employs a quantitative approach using panel data regression analysis. The sample was determined through purposive sampling, resulting in 19 plantation companies. Data were obtained from annual reports and audited financial statements, with testing conducted through model selection, classical assumption tests, t-tests (partial), and F-tests (simultaneous) using EViews 12 software. The findings reveal that BAI does not have a significant effect on biological asset disclosure. Firm size has a positive and significant effect, indicating that larger companies tend to be more transparent in presenting information. Ownership concentration also shows a positive and significant effect, as the dominance of majority shareholders encourages companies to improve disclosure quality to safeguard investment value and market trust. Collectively, the three variables have a significant simultaneous effect on biological asset disclosure.

Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengaruh Intensitas Aset Biologis (BAI), Ukuran Perusahaan, dan Konsentrasi Kepemilikan terhadap pengungkapan aset biologis pada perusahaan sub-sektor perkebunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2025. PSAK 241 menuntut pengungkapan aset biologis secara memadai karena sifatnya yang unik, yaitu mengalami transformasi biologis berkelanjutan yang memengaruhi nilai ekonomi perusahaan. Namun, praktik pengungkapan antarperusahaan masih berbeda, sehingga diduga dipengaruhi oleh faktor internal perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling di mana menghasilkan 19 sampel perusahaan Data diperoleh dari laporan tahunan dan laporan keuangan auditan perusahaan perkebunan, dengan pengujian melalui pemilihan model terbaik, uji asumsi klasik, uji t (parsial), dan uji F (simultan) menggunakan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAI tidak berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan aset biologis. Ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan, di mana perusahaan besar lebih transparan dalam menyajikan informasi. Konsentrasi kepemilikan juga berpengaruh positif dan signifikan, karena dominasi pemegang saham mayoritas mendorong perusahaan meningkatkan kualitas pengungkapan untuk menjaga nilai investasi dan kepercayaan pasar. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan aset biologis

References

Akib, M., & Asni, N. (2026). PENGARUH INTENSITAS ASET BIOLOGIS TERHADAP PENGUNGKAPAN ASET BIOLOGIS DENGAN ECO-. 10(1), 235–254. https://doi.org/10.52362/jisamar.v10i1.2283
Argie Destri Rahmani, I Gusti Ketut Agung Ulupui, Dwi Handarini, H. N. (2021). Perbandingan Perlakuan Akuntansi Aset Biologis Berdasarkan PSAK 16 dan PSAK 69 Pada Perusahaan Agrikultur. Akurasi : Jurnal Studi Akuntansi Dan Keuangan, 4(1), 99–115. https://doi.org/10.29303/akurasi.v4i1.84
Ariyani, A. H., & Hermanto, B. S. (2023). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Aset Biologis Perusahaan Agrikultur. Jurnal Ilmu Dan Riset Akuntansi, 12(2), 01–22.
Aurelliza, K., & Imelda, E. (2024). Pengaruh Faktor Internal Perusahaan Terhadap Pengungkapan Aset Biologis Pada Perusahaan Agrikultur. 4(1), 868–876.
Bagis, F., & Mudjiyanti, R. (2022). The Effect of Biological Asset Intensity and Ownership Concentration on the Disclosure of Biological Assets in Plantation Companies. 6(06), 169–177. https://doi.org/10.51505/ijebmr.2022.6613
BPS. (2025). Indikator Pertanian 2024. 17.
Detra, N., Tarigan, U., Ayu, D., Sirait, P., Ananda, R. F., Sari, P., & Dewi, S. (2025). ASET BIOLOGIS PADA PERUSAHAAN SEKTOR AGRIKULTUR. 141–152.
Hikmah, S., Zahro, F., & Hendra, R. (2025). Penerapan Psak 69 Dalam Akuntansi Aset Biologis Pada Tanaman Tebu : Studi Kasus PT SGN PG Semboro. 1, 320–325.
IAS, 41 Agriculture IAS. (2020). Ias 41 Agriculture. 2020(April 2001), 1611–1626.
Joulanda, R., & Wahidahwati. (2021). Pengaruh Karakteristik Perusahaan terhadap Pengungkapan Aset

Published

2026-08-03