Pengaruh Penerapan Balanced Scorecard dan Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial

  • Kanyaka Hajjar Saghara Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
  • Yuni Rosdiana Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
  • Epi Fitriah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Bandung
Keywords: penerapan balanced scorecard, desentralisasi, kinerja manajerial

Abstract

Abstract. Rapid business growth causes the level of competition to be more competitive, so companies need to pay attention to the quality and utilization of existing resources to improve their performance and competitiveness. One important factor in this case is managerial performance. This study aims to examine the effect of balanced scorecard (BSC) implementation and decentralization on managerial performance at Sekarwangi Hospital. The research method used is quantitative with a verification approach, with a convenience sampling technique involving 61 managers as respondents. The results showed that the application of balanced scorecard (BSC) has a positive influence on managerial performance, because balanced scorecard (BSC) encourages managers to work more effectively and efficiently. In addition, decentralization is also proven to have a positive effect on managerial performance, because an increase in the level of decentralization gives more authority to lower-level managers, which leads to a more effective division of tasks, a more targeted analysis of work results, faster decision making and regular performance evaluations to ensure that the steps taken are in accordance with the standards, will have an impact on improving managerial performance.

Abstrak. Pertumbuhan bisnis yang pesat menyebabkan tingkat persaingan semakin kompetitif, sehingga perusahaan perlu memperhatikan kualitas dan pemanfaatan sumber daya yang ada untuk meningkatkan kinerja dan daya saingnya. Salah satu faktor penting dalam hal ini adalah kinerja manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan balanced scorecard (BSC) dan desentralisasi terhadap kinerja manajerial di RSUD Sekarwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan verifikatif, dengan teknik pengambilan sampel convenience sampling yang melibatkan 61 manajer sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan balanced scorecard (BSC) memiliki pengaruh positif terhadap kinerja manajerial, karena balanced scorecard (BSC) mendorong manajer untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien. Selain itu, desentralisasi juga terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial, karena peningkatan tingkat desentralisasi memberikan lebih banyak wewenang kepada manajer tingkat bawah, yang mengarah pada pembagian tugas yang lebih efektif, analisis hasil kerja yang lebih terarah, pengambilan keputusan yang lebih cepat dan evaluasi kinerja yang rutin memastikan langkah-langkah yang diambil sesuai dengan standar, akan berdampak pada peningkatan kinerja manajerial.

References

Asep Suganda. (2022). Soal SPK Fiktif 25 Milyar, Kejaksaan Periksa Eks Dirut RSUD Sekarwangi? Lingkarpena.Id. https://lingkarpena.id/soal-spk-fiktif-25-milyar-kejaksaan-periksa-eks-dirut-rsud-sekarwangi/

Bastian, I. (2013). Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah Indonesia. Salemba Empat.

Cindy Carolina. (2019). Pengaruh Balanced Score Card, Motivasi Dan Partisipasi Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Pada RSUD Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis).

Darwin, M., Reynelda Mamodol, M., Alparis Sormin, S., Nurhayati, Y., & Tambunan, H. (2021). Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Media Sains Indonesia.

Dewi, S. P., Homan, H. S., Tinggi, S., Ekonomi, I., & Bandung, E. (2023). Pengaruh Penerapan Balanced scorecard (BSC) Terhadap Kinerja Manajemen Pada Bank BJB Kantor Pusat Bandung. Jurnal Riset Akuntansi Dan Perbankan, 17(1), 892–906.

Fira Isniani. (2021). Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan, Desentralisasi, dan Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajerial Selama Pandemi (Studi Empiris Pada Perusahaan Jasa Perhotelan Di Kota Pekanbaru).

Islamidina, F, & Fitriah, E. (2022). Analisis Penerapan Balanced scorecard dalam Meningkatkan Kinerja Manajerial. Jurnal Riset Akuntansi, 25–32. https://doi.org/10.29313/jra.v2i1.685

Giannopoulos, G., Holt, A., Khansalar, E., & Cleanthous, S. (2013). The Use of the Balanced scorecard in Small Companies. International Journal of Business and Management, 8(14). https://doi.org/10.5539/ijbm.v8n14p1

Ghozali, I. (2021). Partial Least Square Concept Techniques and Applications using SMARTPLS 3 Program for Empirical Research. Faculty of Economic and Business Gadjah Mada University.

Haidar. (2024, July 16). Layanan Kesehatan di RS Zainoel Abidin buruk dan Korup. Beritakini.Co. https://beritakini.co/news/layanan-kesehatan-di-rs-zainoel-abidin-buruk-dan-korup/index.html#google_vignette

Hery. (2019b). Manajemen Kinerja. PT Grasindo.

Lempas, Y. (2018). Desentralisasi dan Sistem Akuntansi Manajemen terhadap Kinerja Manajer pada PT. Sinar Galeson Prima Manado. Maret, 2(1), 431–44.

Mahoney, & Caroll. (2022). Development of Managerial Performance: A Research Approach. South Western Publ. Co.

Mulyadi, & Johny Setiawan. (2020). Sistem Perencanaan dan Pengendalian Manajemen. Salemba Empat.

Nadea Bachtiar, A., Rosdiana, Y., & Fitriah, E. (2018). Pengaruh Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan Desentralisasi terhadap Kinerja Manajerial (Survey pada Perusahaan Farmasi di Kota Bandung, Jawa Barat). 2460–6561.

Rudianto. (2013). Akuntansi Manajemen. Erlangga.

Sekaran, & Bougie. (2013). Metode Penelitian untuk Bisnis: Pendekatan Pengembangan-Keahlian (Vol. 6th). Salemba Empat.

Sigilipu. (2013). Pengaruh penerapan informasi akuntansi manajemen dan sistem pengukuran kinerja terhadap kinerja manajerial. Jurnal EMBA, 1, 239–247.

Slamet Sodikin. (2015). Akuntansi Manajemen Sebuah Pengantar (Kelima).

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Syafrina Wila. (2019). Pengaruh Sistem Informasi Manajemen, Desentralisasi dan Ketidakpastian Lingkungan Terhadap Kinerja Manajerial pada Bank Sumut (Kantor Pusat).

Yosep. (2024, September 24). RSUD Siti Fatimah dalam Sorotan: Belanja Kudapan Rapat Sampai Rp453 Juta dan Belanja Jasa Advokat Tak Sesuai Ketentuan. RMOLSumsel. https://www.rmolsumsel.id/rsud-siti-fatimah-dalam-sorotan-belanja-kudapan-rapat-sampai-rp453-juta-dan-belanja-jasa-advokat-tak-sesuai-ketentuan-bagian-kesembilan

Published
2025-01-31